Sertifikasi Bagaikan Pisau Bermata Dua


Guru merupakan tonggak berdirinya suatu negara yang cerdas dan maju , guru merupakan pioner suatu bangsa .Setelah Jepang kalah dalam perang Dunia ke 2 , kaisar jepang pada waktu itu memerintahkan untuk mengumpulkan guru yang masih hidup untuk mengajari anak – anak Jepang dan juga menugaskan anak Jepang belajar ke luar negeri dan hasilnya Jepang merupakan Negara raksasa Otomotif Dunia dan merupakan negara yang maju dalam bidang tehnologi yang dulunya merupakan negara yang kalah dalam perang / negara yang mengalami dijajah oleh negara lain. Indonesia sebenarnya juga sama sejarahnya dengan Jepang dan Indonesia kaya akan Sumber daya Alamnya . kita harus sama dengan Jepang dan kita mempunyai sumber Daya alam yang melimpah . Maka dari itu peran guru yang harus mencerdaskan negara ini supaya mencerdaskan anak bangsa supaya bisa mengelola sumber Daya yang melimpah ini secara mandiri bukan diserahkan kepada negara asing.
Dulu awal pertama disahkan UU guru dan Dosen , semua guru berharap tercapainya kesejahteraan dan meningkatnya profesionalitas guru di negara Indonesia tercinta ini , UU ini terinspirasi dari banyak persoalan di dunia pendidikan salah satu tujuannya yaitu : supaya tidak akan ada lagi anak dibiarkan / ditelantarkan karena gurunya mencari kerja sampingan karena gaji tidak mencukupi dan meningkatnya SDM yang dimiliki oleh guru tersebut setelah tersertifikasi / profesional. Banyak para pendidik berharap dengan UU Guru dan Dosen ini akan adanya hari esok yang lebih baik daripada hari ini, harapan besar yang diinginkan oleh guru dan oleh warga negara supaya anak didik lebih maju lagi SDM nya. Seolah olah pemerintah hanya bisa mengesahkan Undang – undang saja , tapi dalam pelaksanaannya menuju sertifikasi itu belum ada niat yang serius ini ditunjukkan masih banyak guru yang belum mendapatkan Tersertifikasi , padahal target pemerintah tahun 2015 akan dituntaskan dan semua guru sudah tersertifikasi semua.
Disamping itu ada permasalahan yang muncul di lembaga pendididkan ( baca Sekolah ) bagi guru yang sudah sertifikasi ada yang tidak meningkatkan kualitas dirinya tapi itu hanyak persoalan yang sering muncul. Dulu sering kita jumpai di sekolahan terjadi perbedaan pendapat tapi sekarang perbedaan Pendapatan , akan adanya jurang pemisah antara guru yang sudah sertifikasi dan yang belum tersertifikasi dan seolah- olah tanggung jawab di Sekolah hanya milik guru yang sudah dapat sertifikat saja ( guru sertifikasi/Profesional).
Banyak tantangan terhampar di depan wahai para Guru dan Dosen , mungkin saatnya kita ubah paradigma guru .Bahwa pekerjaan ini harus kita cintai dan harus kita laksanakan dengan sepenuh hati ,jangan dilihat bahwa pekerjaan menjadi guru yang profesional adalah milik guru yang bersertifikasi saja tapi tanggung jawab kita semua dan perlu kita sadari mendidik anak adalah dari hati kita untuk berbuat sesuatu terhadap anak bangsa bukan karena ada imbalan yang tinggi . itulah istilah yang tepat bagi para guru kita.(Tm)

Sertifikasi Bagaikan Pisau Bermata Dua


Guru merupakan tonggak berdirinya suatu negara yang cerdas dan maju , guru merupakan pioner suatu bangsa .Setelah Jepang kalah dalam perang Dunia ke 2 , kaisar jepang pada waktu itu memerintahkan untuk mengumpulkan guru yang masih hidup untuk mengajari anak – anak Jepang dan juga menugaskan anak Jepang belajar ke luar negeri dan hasilnya Jepang merupakan Negara raksasa Otomotif Dunia dan merupakan negara yang maju dalam bidang tehnologi yang dulunya merupakan negara yang kalah dalam perang / negara yang mengalami dijajah oleh negara lain. Indonesia sebenarnya juga sama sejarahnya dengan Jepang dan Indonesia kaya akan Sumber daya Alamnya . kita harus sama dengan Jepang dan kita mempunyai sumber Daya alam yang melimpah . Maka dari itu peran guru yang harus mencerdaskan negara ini supaya mencerdaskan anak bangsa supaya bisa mengelola sumber Daya yang melimpah ini secara mandiri bukan diserahkan kepada negara asing.
Dulu awal pertama disahkan UU guru dan Dosen , semua guru berharap tercapainya kesejahteraan dan meningkatnya profesionalitas guru di negara Indonesia tercinta ini , UU ini terinspirasi dari banyak persoalan di dunia pendidikan salah satu tujuannya yaitu : supaya tidak akan ada lagi anak dibiarkan / ditelantarkan karena gurunya mencari kerja sampingan karena gaji tidak mencukupi dan meningkatnya SDM yang dimiliki oleh guru tersebut setelah tersertifikasi / profesional. Banyak para pendidik berharap dengan UU Guru dan Dosen ini akan adanya hari esok yang lebih baik daripada hari ini, harapan besar yang diinginkan oleh guru dan oleh warga negara supaya anak didik lebih maju lagi SDM nya. Seolah olah pemerintah hanya bisa mengesahkan Undang – undang saja , tapi dalam pelaksanaannya menuju sertifikasi itu belum ada niat yang serius ini ditunjukkan masih banyak guru yang belum mendapatkan Tersertifikasi , padahal target pemerintah tahun 2015 akan dituntaskan dan semua guru sudah tersertifikasi semua.
Disamping itu ada permasalahan yang muncul di lembaga pendididkan ( baca Sekolah ) bagi guru yang sudah sertifikasi ada yang tidak meningkatkan kualitas dirinya tapi itu hanyak persoalan yang sering muncul. Dulu sering kita jumpai di sekolahan terjadi perbedaan pendapat tapi sekarang perbedaan Pendapatan , akan adanya jurang pemisah antara guru yang sudah sertifikasi dan yang belum tersertifikasi dan seolah- olah tanggung jawab di Sekolah hanya milik guru yang sudah dapat sertifikat saja ( guru sertifikasi/Profesional).
Banyak tantangan terhampar di depan wahai para Guru dan Dosen , mungkin saatnya kita ubah paradigma guru .Bahwa pekerjaan ini harus kita cintai dan harus kita laksanakan dengan sepenuh hati ,jangan dilihat bahwa pekerjaan menjadi guru yang profesional adalah milik guru yang bersertifikasi saja tapi tanggung jawab kita semua dan perlu kita sadari mendidik anak adalah dari hati kita untuk berbuat sesuatu terhadap anak bangsa bukan karena ada imbalan yang tinggi . itulah istilah yang tepat bagi para guru kita.(Tm)

HUT PGRI dan Korpri Tahun 2011


Saya ucapkan selamat Hari PGRI dan HUT Korpri yang mudah – mudahan para pioner negara Indonesia ini menjadi semakin baik dalam kinerja dan semakin semangat dalam memajukan negara tercinta ini. Banyak para pahlawan bangsa ini yang berasal dari seorang pendidik. Para pendidik / guru sekarang seperti tonggak terakhir bangsa ini untuk memperbaiki permasalah Negara yang semakin hari semakin bertambah permasalahannya . Dengan semakin menurun mental para pejabat di negeri ini ternyata masyarakat masih menaruh harapan besar pada guru dan pamor guru tidak pernah surut walaupun permasalahn guru juga sangat banyak dan menjadi PR bagi seluruh elemen bangsa ini untuk memecahkannya . saya berharap para guru kedepan selalu introspeksi diri dan menjadi pelopor yang pertama yang mau dikoreksi yang tentunya intropeksi yang berguna dan membangun.

Satu hal yang kurang berkenan di hati yaitu penyetaraan guru dengan murid dalam mengajar yaitu " guru menjadi teman murid "lebih tepatnya guru menjadi orang tua yang memiliki sifat asih dan pemberi ilmu pada muridnya dan murid sebagai anak yang menerima ilmu dan kasih sayang dan ilmu dari sang guru ,dari itu semua mengedepankan aklahul karimah. Menurut anda indah tidak hal tsb. ? Guru sebagai orang tua disekolah sangat berperan sekali dalam perkembangan mental dan intelektual anak, kita sangat dipercaya oleh anak dalam ilmu pengetahuan dari pada kata - kata orang tuanya yang berprofasi seorang dosen , ajaib kan Guru ?

Kami segenap Tim Pendidik MIN Madigondo mengucapkan Selamat HUT PGRI dan HUT Korpri dan Selamat berjuang para guru masa depan , mudah – mudahan keikhlasan dalam mengajar dibalas oleh Allah SWT. Amin ... ( Tm )